A. PENDAHULUAN
Perbedaan
individu diutamakan dalam ilmu manajemen dan prilaku organisasi karena memiliki
dampak langsung
terhadap prilaku dengan jutaan cara yang berbeda. Individu membentuk prilaku
organisasi dan pada akhirnya keberhasilan individu dan organisasi. Semua
aktivitas organisasi selalu dipengaruhui oleh perbedaan individu.
Suatu
cara yang bermanfaat untuk memikirkan betapa pentingnnya perbedaan individu
dalam mempengaruhi perilaku kerja adalah penggunaan
kerangka kerja. Setiap individu berbeda dari individu lain dalam banyak hal.
Seorang manajer perlu memikirkan bagaimana perbedaan semacam itu mempengaruhi
prilaku dan kinerja karyawan.
Factor
demografis seperti usia, ras dan gender mempengaruhi pebedaan individu.
Disamping itu genetic seseorang mempengaruhi perbedaan individu seperti
kebiasaan. Rangkaian factor lain muncul dari latar belakang lingkungan
seseorang.
Selain
sumber daya manusia sebagai salah satu unsur yang sangat menentukan
keberhasilan suatu organisasi, disisi lain juga sebagai makhluk yang mempunyai
pikiran, perasaan kebutuhan dan harapan-harapan tertentu. Hal ini
sangat memerlukan perhatian tersendiri karena faktor-faktor tersebut akan
mempengaruhi prestasi, dedikasi dan loyalitas serta kecintaan terhadap
pekerjaan dan organisasinya (Hasibuan, 1994 : 222).
B. DEFINISI REWARD
(PENGHARGAAN)
Imbalan
adalah jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian antara pembayaran
tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan.(Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.)
Penghargaan (reward) adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi
tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga
yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Dalam organisasi ada
istilah insentif, yang merupakan suatu penghargaan dalam bentuk material atau
non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada
karyawan agar mereka bekerja dengan menjadikan modal motivasi yang tinggi dan
berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.
Imbalan
intrinsic adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri,
imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian, prestasi, otonomi dan pertumbuhan,
maksudnya kemampuan untuk memulai atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan
merupakan hal yang penting bagi sejumlah individu. (Prof. Dr. FX. Suwarto,
M.S.)
Imbalan
ekstrinsik adalah imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut
mencakup: uang, status, promosi dan rasa hormat.
Imbalan
uang (Financial reward: Fringe Benefits) adalah imbalan ekstrinsik yang utama,
dan secara umum diakui bahwa uang adalah pendorong utama, namun jika karyawan
tidak melihat adanya hubungan antara prestasi dengan kenaikan yang pantas, uang
tidak akan menjadi motivator yang kuat sehingga perlu diciptakan system
penilaian prestasi yang jelas.
Tunjangan
utama dari kebanyakan organisasi adalah program pensiun, biaya opname, dan
sebagainya.
Status
adalah imbalan antar pribadi (Interpersonal reward) yaitu dengan menugaskan
individu pada pekerjaan yang berwibawa.
Rasa
hormat/pengakuan adalah penggunaan manajerial atas pengakuan atau penghargaan
melibatkan pengetahuan manajer tentang pelaksanaan pekerjaan yang baik
Promosi
adalah perpindahan seorang karyawan dari satu tempat/ jabatan ke tempat/jabatan lain
yang lebih tinggi.
C. DEFINISI
HUKUMAN (PUNISHMEN)
Hukuman
(punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar
sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman
diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh
orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon
atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.
E.L.
Thorndike (Reward and punishment in animal learning, Contemporary psychological
monograph, 1883, 8, no. 9) mengemukakan bahwa hukuman memaksakan dampaknya atas
perilaku dengan melemahkan hubungan antara stimulus dan tanggapan selanjutnya
ia meninjau ulang tentang pernyataanya tersebut. Ia membantah bahwa bilamana
hukuman nampak melemakan tanggapan, hal itu merupakan dampak tidak
langsung.
Dalam
menjalankan organisasi diperlukan sebuah aturan dan hukum yang berfungsi
sebagai alat pengendali agar kinerja pada organisasi tersebut dapat berjalan
dengan baik. Jika aturan dan hukum dalam suatu organisasi tidak berjalan baik
maka akan terjadi konflik kepentingan baik antar individu maupun antar
organisasi.
Pada
beberapa kondisi tertentu, penggunaan hukuman dapat lebih efektif untuk merubah
perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal,
Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi).
D. PENTINGNYA REWARD
DAN PUNISHMENT DALAM ORGANISASI
Pemberlakuan metode Reward And Punishment merupakan hal yang
penting untuk membentuk pribadi dari warga organisasi tersebut. Jika Punishment
menghasilkan efek jera, maka Reward akan menghasilkan efek sebaliknya yaitu
ketauladanan, untuk membuat Reward dan Punishment dapat berjalan denga baik
diperlukan nya konsistensi yang dapat menjamin bahwa reward yang diberikan
haruslah bersifat konkrit (bermanfaat), dan Punishment yang diberikan bersifat
keras dan tidak pandang bulu.
Secara teori, penerapan reward dan punishment secara konsekuen
dapat membawa pengaruh positif, antara lain:
1. Mekanisme dan sistem kerja
di Suatu Organisai menjadi lebih baik, karena adanya tolak ukur kinerja yang
jelas.
2. Kinerja individu dalam
suatu Organisasi semakin meningkat, karena adanya sistem pengawasan yang
obyektif dan tepat sasaran.
3. Adaya kepastian indikator
kinerja yang menjadi ukuran kuantitatif maupun kualitatif tingkat pencapaian
kinerja para individu Organisai.
Pada dasarnya keduanya sama-sama dibutuhkan dalam memotivasi
seseorang, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam meningkatkan
kinerjanya. Keduanya merupakan reaksi dari seorang pimpinan terhadap kinerja
dan produktivitas yang telah ditunjukkan oleh bawahannya; hukuman untuk
perbuatan jahat dan ganjaran untuk perbuatan baik. Melihat dari fungsinya itu,
seolah keduanya berlawanan, tetapi pada hakekatnya sama-sama bertujuan agar
seseorang menjadi lebih baik, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam bekerja.
E. IMPLIKASI PENGHARGAAN
DAN HUKUMAN DALAM PERUSAHAAN
Implikasi hukuman dan penghargaan pada
perusahaan yaitu dalam lingkungan perusahaan aturan yang
berlaku pada setiap elemen yang berada dalam suatu perusahaan atau organisasi
memiliki tanggung jawab yang sama atas tugasnya masing-masing. Seperti halnya
pegawai dan manajer, pegawai bertanggung jawab atas tugasnya sebagai oprasional
dalam suatu perusahaan. Dan manajer bertanggung jawab sebagai pengendali
operasional, dengan tingkat propesional tertentu yang telah memiliki tugasnya
masing-masing, tanpa harus mencampuri tugas dari pegawai sebagai operasional.
Dengan hal itu berdirinya suatu perusahaan
tidak lepas dari pemikiran para pendiri perusahaan yang telah mengetahui
kekurangan dan kelebihan perusahaannya, pemimpin perusahaan harus bisa memanage
pegawainya dengan aturan yang diberlakukan. Karenanya pemimpin perusahaan harus
memiliki konsep untuk memberikan penghargaan maupun hukuman kepada anggotanya.
Dimana penghargaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada
pegawainya dengan sama rata, dan hukuman diberikan dengan maksud untuk
memberikan perhatian kepada pegawainya agar bekerja secara aktif dan
profesional.
Namun pada prakteknya, para pemimpin
perusahaan tidak terlalu mengertikan pegawainya bekerja sesuai waktu dan
komposisinya. Kasus seperti inilah yang sekarang sering terjadi dalam
lingkungan perusahaan, yang membuat anggota perusahaan tersebut mengambil
resiko keluar dari aturan perusahaan tanpa memikirkan hukuman yang akan menimpanya.
DAFTAR PUSTAKA:
Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S. . 2011.Perilaku
Keorganisasian : Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Davis,
Keith dan John W. Newstrom. 2003. Perilaku dalam Organisasi : Jilid 2.
Jakarta: Erlangga.
Prof. Dr. Sondang P.
Siagian, M.P.A.2002 .Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja.Jakarta
:Rineka Cipta
No comments:
Post a Comment