Friday, 24 April 2015

Kepemimpinan


Menurut Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karenapemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Tipe- Tipe Kepemimpinan
Ada enam tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara luas.

1) Tipe Pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang:
-  Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
-  Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
-  Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata.
-  Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat.
-  Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya.
2) Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
-  Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya.
-  Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya.
-  Senang kepada formalitas yang berlebih- lebihan.
-  Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan.
3) Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
-  Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
-  Bersikap terlalu melindungi.
-  Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan
4) Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5) Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
-  Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti
      bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan
      hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
  - Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi
      terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi
      tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh
       masing- masing anggota.
-  Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
-  Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya.

6) Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
- Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah            makhluk termulia di dunia.
-  Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya.
-  Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya.


 Nah dalam kesempatan kali ini saya akan membahas kedua sosok pemimpin yang sangat ahli dalam bidang penelitian ilmiah. Kedua sosok ini sama - sama memiliki penemuan yang sangat bermanfaat bagi negaranya masing - masing maupun negara lainya. Dalam perjalanan hidupnya kedua tokoh ini sangat kesulitan untuk membuktikan penemuanya karena banyak dianggap remeh oleh orang - orang disekitarnya. 

Siapakah kedua tokoh yang akan kita bahas ini? mereka adalah BJ. Habiebie dan Alan Turing. lansung saja kita paparkan profil dan sedikit cerita mengenai perjalanan hidupnya dalam merancang sebuah penemuan.

  PROFIL


 
Nama lengkap : Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir : Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936
Pendidikan : Institute Teknologi Bandung (1954),
 RWTH Aahen (1955 -1965)
Profesi : Insinyur

Disini syaa tidak akan membahas tentang kepemimpinan Habibie saat dia menjabat menjadi wakil Presiden maupun Presiden. namun yang saya bahas disini adlah bagaimana seorang habibie bisa menciptakan teori - teori dalam bidang penerbangan sehingga dia bisa memiliki 46 hak paten dalam bidang Aeronautika. 

Pada 1960, hampir lima puluh tahun silam, industri pesawat terbang mengalami ketakutan dari sebuah ketidakpastian. Ketakutan itu berawal dari sering terjadinya musibah pesawat terbang karena kerusakan konstruksi yang tidak terdeteksi, yaitu kelelahan (fatique) pada bodi pesawat. Masih belum tersedianya peralatan canggih—seperti pemindai sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini—adalah salah satu faktor yang mendukung kesulitan itu.

Biasanya titik rawan kelelahan ini terjadi di sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang, atau antara sayap dan dudukan mesin. Sebab elemen inilah yang secara terus-menerus mengalami guncang keras, baik ketika sedang take off maupun landing. Ketikatake off, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack). Pada awalnya retakan itu cuma berukuran 0,005 milimeter, akan tetapi itu terus merambat. Setiap hari semakin memanjang dan bercabang-cabang. Kalau secara dini tidak terdeteksi, bisa berakibat fatal, karena sayap pesawat bisa patah tanpa diduga-duga. Tentunya hal itu menjadi perhatian dunia penerbangan, apalagi saat itu mesin-mesin pesawat juga mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar. 
Ketika itulah seorang anak muda bernama Bacharuddin Jusuf Habibie datang menawarkan solusi. Habibie-lah yang selanjutnya menemukan bagaimana rambatan titikcrack itu bekerja, yang kemudian dikenal dengan nama teori crack progression. Dengan teorinya, Habibie berhasil menghitung crack itu dengan rinci sampai pada hitungan atomnya. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah. Dengan ditemukannya teori crack progression atau lebih dikenal dengan Faktor Habibie, porsi rangka baja pesawat bisa dikurangi dan diganti dengan dominasi alumunium dalam bodi pesawat terbang. Di samping itu bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) sampai 10 persen dari bobot konvesionalnya.

Faktor Habibie ternyata juga memiliki peran dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara ketika pesawat take off. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun. 


PROFIL


Nama: Alan Turing
Lahir :23 Juni 1912, London Inggris
Pendidikan: University of Cambridge
Pincenton University
Profesi : Matematikawan

Dia adalah seorang dari peneliti-peneliti komputer modern digital pertama. Selain itu dia adalah orang pertama yang berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan. Dia mengatakan bahwa komputer dapat menjalankan berbagai program.
Dia juga memberikan ide tentang mesin Turing, mesin yang dapat menjalankan sekumpulan perintah.
Turing juga yang mencetuskan tes Turing. Namanya diabadikan dalam nama Penghargaan Turing.
Pada tahun 1936, Alan pergi ke Princeton University di Amerika kemudian kembali ke Inggris pada tahun 1938. Disana ia mulai bekerja secara rahasia sebagai tenaga paruh waktu untuk departemen kriptoanalisis Inggris, Kode Pemerintah dan Sekolah Cypher. Pada saat pecah perang dunia II ia mengambil pekerjaan penuh waktu di kantor pusatnya, Bletchley Park.
Di sini ia memainkan peran penting dalam menguraikan pesan yang dienkripsi oleh mesin Enigma Jerman, yang menyediakan data intelijen penting bagi Sekutu. Dia memimpin sebuah tim yang merancang sebuah mesin yang dikenal sebagai Bombe yang berhasil menterjemahkan pesan Jerman. Dia menjadi tokoh terkenal dan agak eksentrik di Bletchley.
Setelah perang dunia 2 selesai, Alan Turing berubah pikirannya untuk pengembangan mesin yang secara logis akan memproses informasi. Dia bekerja pertama untuk National Physical Laboratory (1945-1948). Rencananya itu ditolak oleh rekan-rekannya dan laboratorium yang diusulkan untuk proyek tersebut kalah untuk menjadi yang pertama merancang sebuah komputer digital.
Pada tahun 1949, ia pergi ke Manchester University di mana dia memimpin laboratorium komputasi dan mengembangkan sebuah mesin yang membantu untuk membentuk dasar-dasar pada bidang kecerdasan buatan. Pada tahun 1951 dia dipilih sebagai salah satu anggota dari Royal Society.
Pada tahun 1952, Turing ditangkap dan diadili atas tindak pidana homoseksualitas. Untuk menghindari penjara, ia menerima suntikan estrogen selama setahun, yang dimaksudkan untuk menetralkan libidonya. Pada masa itu, homoseksual dianggap sebagai sebuah resiko keamanan karena mereka terbuka untuk memeras. Izin keamanan Turing ditarik, berarti dia tidak bisa lagi bekerja untuk GCHQ, penerus pasca-perang untuk Bletchley Park. Hal ini membuatnya bunuh diri pada 7 Juni 1954.


 Daftar Pustaka:
 http://kikirizki28.blogspot.com/ 
http://www.dbiografi.com/2013/11/biografi-bj-habibie-mr-crack-penemu-teori- ck-propagation-on-random.html
 http://id.wikipedia.org/wiki/Alan_Turing


No comments:

Post a Comment