- · Paragraf Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk
semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Dalam pengembangan karangan,
generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-
contoh, data statistik dan sebagainya.
Pernyataan yang merupakan generalisasi biasanya menggunakan
ungkapan-ungkapan : biasanya, pada umumnya, sebagian besar, semua, setiap,
tidak pernah, selalu dan sebagainya.
Selanjutnya dalam kalimat yang merupakan generalisasi
biasanya digunakan ungkapan : misalnya, sebagai contoh, sebagai ilustrasi,
untuk menjelaskan hal itu, perlu dijelaskan,
sebagai bukti, menurut data
statistik, dan sebagainya.
Contoh Paragraf Generalisasi
:
Di era digital sekarang ini facebook merupakan salah
satu social media yang paling banyak memiliki pengguna. Sebagian besar pengguna
facebook berasal dari Negara Amerika serikat yaitu, sebanyak 157,418,920
pengguna dari 297.336.946 penduduk (rangking ke 3 penduduk terbanyak di dunia).
ebanyak 24% pengguna berusia 18-24 tahun, sebanyak 23% berusia 25-34 tahun,
sebanyak 16% berusia 35-44 tahun. Hal itu sebagai bukti bahwa Amerika Serikat
merupakan pengguna Facebook terbesar di dunia.
- · Paragraf Analogi
Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan
dua hal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan.
Contoh Paragraf Analogi :
Pada dasarnya, laptop mirip dengan manusia. Laptop
mempunyai energi yaitu baterai yang apabila habis harus diisi ulang dengan cara
dicharge. Begitu pula dengan manusia, apabila energi habis harus diisi ulang
dengan cara makan. Apabila part-part hardware laptop mengalami kerusakan,
laptop harus di service agar tettap dapat berfungsi dengan baik, begitu juga
dengan manusia jika organ-organ di dalam tubuhnya ada yang terasa sakit, maka
harus segera pergi ke dokter untuk di periksa untuk disembuhkan.
- · Paragraf Sebab-Akibat
Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan sebab-akibat
atau akibat-sebab.
Contoh paragraf kausalitas
(sebab-akibat) :
Pada era globalisasi, informasi dari seluruh dunia
sangat mudah sekali diakses. Informasi dapat diakses melalui televisi, internet
ataupun media media lainya. Hal ini tidak diikuti dengan pengawasan yang
maksimal oleh para orang tua kepada anaknya. Akibatnya anak jadi sangat leluasa
mengakses konten – konten yang negative yang berdampak nantinya pada
perkembangan pola pikir anak tersebut.
jooss
ReplyDeletesangat membantu. izin share kak :)
ReplyDelete